Baitul Maqdis, Kiblat Pertama Kaum Muslimin
- Apr 16, 2017
- 2 min read

Pada Bulan Rajab tahun kedua hijrah Nabi Shallallahu ‘alaihiwasallam, telah terjadi pertempuran kecil antara utusan Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy dengan kelompok dagang kaum Quraisy. Pada bulan ini juga terjadi peristiwa penting yaitu perubahan arah kiblat kaum Muslimin dari masjid al-Aqsha ke arah Ka’bah.
Menghadap Baitul Maqdis dan Kebanggaan Yahudi
Dalam sebuah riwayat yang sanadnya shahih, diceritakan bahwa ketika di Makkah sebelum hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihiwasallam shalat menghadap Baitul Maqdis. Meskipun beliau shalat di Makkah menghadap Baitul Maqdis bukan berarti beliau membelakangi Ka’bah. Namun Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam mengambil posisi supaya Ka’bah berada di tengah antara beliau dan Baitul Maqdis. Dengan demikian, Ka’bah tetap berada di depan beliau Shallallahu ‘alaihiwasallam, meski beliau menghadap Baitul Maqdis.
Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam masih tetap shalat menghadap Baitul Maqdis selama 16 bulan. Dan pada pertengahan bulan Rajab tahun kedua hijrah, Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk merubah arah kiblat shalat dari arah Baitul Maqdis ke arah Ka’bah di Makkah, kiblat Nabi Ibrahim Alaihissallam dan Ismail Alaihissallam.
Perbuatan Nabi Shallallahu ‘alaihiwasallam, shalat menghadap Baitul Maqdis setelah hijrah ke Madinah mendapatkan sambutan hangat dari kaum Yahudi, karena mereka juga beribadah menghadap ke Baitul Maqdis. Mereka mengira bahwa agama yang dibawa Muhammad Shallallahu ‘alaihiwasallam mengikuti kiblat dan cara beribadah mereka. Berangkat dari anggapan ini, mereka sangat berambisi untuk mengajak Muhammad Shallallahu ‘alaihiwasallam bergabung bersama mereka. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam sangat berharap agar kiblat kaum Muslimin dirubah ke arah Ka’bah, kiblat Nabi Ibrahim dan Ismail, rumah pertama yang dibangun untuk mentauhidkan Allah Azza wa Jalla .Berkali-kali beliau menengadahkan wajah ke langit, mengharap agar Allah Azza wa Jalla menurunkan wahyu perihal kiblat. Harapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam ini dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla dengan firman-Nya:
قَدْنَرَىتَقَلُّبَوَجْهِكَفِيالسَّمَاءِفَلَنُوَلِّيَنَّكَقِبْلَةًتَرْضَاهَافَوَلِّوَجْهَكَشَطْرَالْمَسْجِدِالْحَرَامِوَحَيْثُمَاكُنْتُمْفَوَلُّواوُجُوهَكُمْشَطْرَهُ
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan di mana saja kamu berada, Palingkanlah mukamu kearahnya. [al-Baqarah/2:144]
Shalat pertama kali yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihiwasallam dengan menghadap Ka’bah adalah shalat Zhuhur di Bani Salamah, sedangkan shalat ‘Ashar di masjid Nabawi. Penduduk Quba’ merubah kiblat mereka ke arah Ka’bah ketika sedang menunaikan shalat Shubuh, setelah kabar tentang perubahan kiblat sampai kepada mereka.
Perubahan kiblat ini memberikan suasana gembira di hati Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam, karena Allah Azza wa Jalla telah mengabulkan harapan beliau Shallallahu ‘alaihiwasallam. Sebaliknya, bagi kaum Yahudi, perubahan ini merupakan pukulan telak. Karena dugaan mereka selama ini, ternyata salah total dan terbantahkan. Oleh karena itu, mereka sangat geram dan melontarkan isu-isu baru yang bersumber pada praduga hampa.
Ka’bah, kiblat kaum muslimin di seluruh dunia. Melalui al-Qur’ân, Allah Azza wa Jalla menjelaskan bahwa tujuan lain dari perubahan kiblat ini adalah untuk menguji kekuatan aqidah kaum Muslimin dan kesigapan mereka melaksanakan perintah-perintah Allah Azza wa Jalla sebagaimana disebut pada ayat di atas [al-Baqarah/2:143]
Semoga Allah Azza wa Jalla memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mendirikan shalat dengan benar dan teratur sehingga iman kita semakin kuat. Dan semoga Allah Azza wa Jalla mempersatukan seluruh kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia, karena kiblat mereka sesungguhnya hanya satu.
(Sumber as-Sîratun Nabawiyah as-Shahîhah, hlm. 349-352).
Sumber :http://oasemuslim.com/baitul-maqdis-kiblat-pertama-kaum-muslimin/
Comments